Rabu, 22 Oktober 2014

PEMASARAN PRODUK

Dinamo 12 volt                  Rp.9000
Kabel 1 m                            Rp.3500
Lampu LED                          Rp. 2500
Lem                                       Rp. 2500
Timah 1 M                           Rp. 2000
Plat seng                              Rp.2000
Total                      =             Rp.21.500
Biaya listrik                          Rp.50.000

Modal                                   Rp.500.000

Hasil PLTA= Batrai= per satuan Rp.4500

Pengeluaran sebulan                     Rp. 21.500 x 3 + Rp. 50.000
Total                                                      Rp.114.500

Pendapatan per bulan                   Rp. 4500 X 25
Total                                                      Rp.112.500

Rabu, 08 Oktober 2014

Perawatan Produk Rekayasa sebagai Pembangkit Listrik Sederhana

 

Pemeliharaan peralatan :

1.Pemeliharaan secara berkala setiap bulan.


2.Kendala rusaknya kincir karena terpaan angin melebihi kecepatan, dibutuhkan pengendalian pengoperasian.


3.Kendala korosi pada cassing generator kincir.


4.Pemeliharaan dengan memberikan pelapisan / pengecatan secara berkala agar uap air yang mengandung garam dapat diatasi.


5.Pemuaian pada generator karena adanya energi panas, perawatan yang dilakukan melakukan pembongkaran komponen dan menggulung ulang kumparan.


6.Pembangkit listri tenaga hybrid yang menggunakan kombinasi antara kincir angin dan phovoltaic, perawatan panel surya dengan membersihkkan debu yang menempel.

PENGEMASAN PRODUK REKAYASA PEMBANGKIT LISTRIK SEDERHANA ENERGI ANGIN


Dalam usaha  mendapatkan energi alternatif terbaru, angin menjadi salah satu pilihan untuk dikonvesi menjadi energi listrik. Sudah cukup banyak usaha yang dilakukan dengan berbagai sistemnya sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing. Pembangkit listrik tenaga angin ini disebut juga sebagai PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu)

Pengemasan energi listrik yang dibangkitkan oleh PLTB menggunakan aki / baterai. sistem ini membutuhkan kontrol elektronik untuk mengubah tegangan AC menjadi DC untuk dapat d simpan ke dalam baterai. 

Berikut skema rangkaian pembangkit listrik tenaga angin secara skala kecil untuk rumahan :

Keterangan :
1. Turbin Angin    
Bagian ini merupakan komponen utama utuk mendapatkan semaksimal mungkin hembusan angin.Bagian ini merupakan bagian paling sulit dibangun jika anda berniat membangunnya sendiri. Eksperimen terus menerus dengan sabar sehingga didapatkan kesesuaian antara kekuatan hembusan angin, ukuran baling-baling dan kemampuan generator.
2. Unit pengontrol (Controller).
Bagian ini berfungsi mengubah arus listrik AC menjadi arus listrik DC (jika menggunakan generator AC) dan mengontrol pengisian arus listrik ke dalam battery agar tidak merusak battery karena pengisisan aki yang berlebihan (over charging).
3. Battery (aki).
  Bagian ini akan menyimpan arus listrik yang dihasilkan generator listrik agar bisa digunakan setiap saat. Jenis aki yang digunakan sebaiknya jenis Deep Cycle Battery.
4. Inverter.
  Bagian ini berfungsi mengubah tegangan listrik DC 12V dari aki menjadi tegangan listrik AC 220V / 110V untuk perlatan rumah tangga yang bekerja pada tegangan 220V / 110V.

Cara membuat PL


Peralatan terdiri dari:
  1. Penggaris
  2. Gunting
  3. Obeng Plus (Positif)
  4. Tang
  5. Cutter.
  6. Pensil.
  7. Paku.
  8. AVO meter.
  9. solder listrik
  10. lem kayu

Bahan-Bahan Yang Di Gunakan :
-       Kabel secukupnya
-      2 buah Papan kayu Persegi panjang , tebal 2cm
-      1 buah Light Emitting Dioda (LED) ukuran 5mm
-      4 seng alumuium sbg kincirnya
-      dinamo 12V
-      spon padat
-      penyangga plastik





 Pengetesan
    pengetesan berguna untuk mengetahui apakah turbin angin tersebut dapat menghidupkan LED dan bisa menghasilkan arus listrik apa tidak
     a. pada saat turbin angin berputar, perhatikan lampu LED apakah menyala apa tidak
     b. gunakan multimeter, lalu putar penunjuknya ke AC 10 V ( Alternating Current ), perhatikan apakah jarum bergerak dan menunjukan suatu nilai tertentu
     c. turbin angin ini menghasilkan tegangan listrik paling rendah 1 Volt dan paling tinggi 4 Volt

KEUNTUNGAN PRODUK



Keuntungan utama dari penggunaan pembangkit listrik tenaga angin secara prinsipnya adalah disebabkan karena sifatnya yang terbarukan. Hal ini berarti eksploitasi sumber energi ini tidak akan membuat sumber daya angin yang berkurang seperti halnya penggunaan bahan bakar fosil. Oleh karenanya tenaga angin dapat berkontribusi dalam ketahanan energi dunia di masa depan. Tenaga angin juga merupakan sumber energi yang ramah lingkungan, dimana penggunaannya tidak mengakibatkan emisi gas buang atau polusi yang berarti ke lingkungan. 
Penetapan sumber daya angin dan persetujuan untuk pengadaan ladang angin merupakan proses yang paling lama untuk pengembangan proyek energi angin. Hal ini dapat memakan waktu hingga 4 tahun dalam kasus ladang angin yang besar yang membutuhkan studi dampak lingkungan yang luas.
Emisi karbon ke lingkungan dalam sumber listrik tenaga angin diperoleh dari proses manufaktur komponen serta proses pengerjaannya di tempat yang akan didirikan pembangkit listrik tenaga angin. Namun dalam operasinya membangkitkan listrik, secara praktis pembangkit listrik tenaga angin ini tidak menghasilkan emisi yang berarti. Jika dibandingkan dengan pembangkit listrik dengan batubara, emisi karbon dioksida pembangkit listrik tenaga angin ini hanya seperseratusnya saja. Disamping karbon dioksida, pembangkit listrik tenaga angin menghasilkan sulfur dioksida, nitrogen oksida, polutan atmosfir yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan pembangkit listrik dengan menggunakan batubara ataupun gas.

KOMPONEN DAN PROSES PRODUKSI




Yang perlu dipertimbangkan sebelum membangun turbin angin adalah, - Akankah hembusan angin selalu ada atau tidak di lokasi tersebut. Usahakan mencari data seakurat mungkin tentang kecepatan angin dari waktu ke waktu. Data yang didapat nantinya akan dipergunakan untuk menentukan ukuran turbin angin dan generator listriknya. Lokasi yang banyak anginnya dan selalu ada seperti tanah lapang, puncak bukit, pesisir pantai dan lepas pantai.

- Usahakan lokasi jauh dari perumahan padat. Turbin angin cukup bising dan bisa mengganggu tetangga dan sangat berbahaya bagi warga jika terjatuh saat angin ribut. Turbin angin cocok jika dibangun di tempat yang lapang dan jauh dari lokasi padat penduduk, seperti kebun, sawah, peternakan dan lain-lain.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjO07Z9MAtYBHrPJGVzzwe2hjCEMIbuT9M2PCTXDqKOJ4Vteo_RnZ0cVs8L6XR4edPyFhaQQw7kwqrrexoDnbTrSfT4o1jmflOMLuU8h_LmisnUdHhB6FW7St83DwhzyFOACTTVS0M1uPQf/s1600/Kincir+angin-m.jpg

1. Turbin Angin.
Bagian ini merupakan komponen utama untuk mendapatkan semaksimal mungkin hembusan angin. Bagian ini merupakan bagian paling sulit dibangun jika anda berniat membangunnya sendiri. Eksperimen terus menerus dengan sabar sehingga didapatkan kesesuaian antara kekuatan hembusan angin, ukuran baling-baling dan kemampuan generator.




Bagian ini terdiri dari tiga bagian, yaitu:
a. Baling-baling, yang berfungsi mengubah hembusan angin menjadi energi kinetik untuk memutar generator listrik. Semakin panjang baling-baling akan semakin luas area yang di sapu, akan semakin banyak menerima terpaan angin sehingga akan semakin besar energi putaran (mekanik) yang dihasilkan untuk memutar generator.
Adakalanya sebelum poros baling-baling disambung ke generator listrik, ditambahkan gear-box, untuk menambah / mengurangi kecepatan putar generator listrik sesuai kebutuhan.





b. Generator listrik, yang berfungsi mengubah energi kinetik menjadi arus listrik, yang kemudian diteruskan ke bagian 2 (Controller). Untuk skala kecil umumnya menggunakan generator listrik DC. Jika menggunakan aki 12V sebagai penyimpan arusnya, maka generatornya harus mampu mengeluarkan tegangan minimal 12 V agar dapat mengisi aki.


c. Ekor turbin angin, yang berfungsi mengarahkan unit turbin angin agar selalu berhadapan dengan arah angin.




2. Unit pengontrol (Controller).
Bagian ini berfungsi mengubah arus listrik AC menjadi arus listrik DC (jika menggunakan generator AC) dan mengontrol pengisian arus listrik ke dalam battery agar tidak merusak battery karena pengisisan aki yang berlebihan (over charging).

3. Battery (aki).

Bagian ini akan menyimpan arus listrik yang dihasilkan generator listrik agar bisa digunakan setiap saat. Jenis aki yang digunakan sebaiknya jenis Deep Cycle Battery.

4. Inverter
.
Bagian ini berfungsi mengubah tegangan listrik DC 12V dari aki menjadi tegangan listrik AC 220V / 110V untuk perlatan rumah tangga yang bekerja pada tegangan 220V / 110V.

Demikian gambaran sederhana pembangkit listrik yang memanafatkan tenaga angin.



Pembangkit listrik tenaga angin sederhana tersebut  bias dinyalakan jika skala besar, seperti hembusan angin yang kencang, Angin akan memutar kincir dari PLTA tersebut yang akan membuat kincir berputar

PENGERTIAN



PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwtSkQ5QT6S5jR61oj2jN8hD6XO_hfi2VBVM4Azxx2zm7Xt_dQLGsZojqdP2vGXAPH-j7B_X8d43N1umdG6RM6pZyXmZoQj53v2eE6Ir8itMYiLLTq7qMFV57Ok24nujOGpkVmRaqFb3E0/s1600/Turbin_Angin_Kecil.JPG
Angin adalah salah satu bentuk energi yang tersedia di alam yang tidak terbatas , Pembangkit Listrik Tenaga Angin adalah suatu pembangkit listrik yang menggunakan angin sebagai sumber energi untuk menghasilkan energi listrikPembangkit ini dapat mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik  dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Cara kerjanya cukup sederhana, energi angin yang memutar turbin angin, diteruskan untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin angin, sehingga akan menghasilkan energi listrik. Energi Listrik ini biasanya akan disimpan kedalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan.

Pemanfaatan energi angin merupakan pemanfaatan energi terbarukan yang paling berkembang saat ini. Berdasarkan data dari WWEA (World Wind Energy Association), sampai dengan tahun 2007 perkiraan energi listrik yang dihasilkan oleh turbin angin mencapai 93.85 GigaWatts, menghasilkan lebih dari 1% dari total kelistrikan secara global. Amerika, Spanyol dan China merupakan negara terdepan dalam pemanfaatan energi angin. Diharapkan pada tahun 2010 total kapasitas pembangkit listrik tenaga angin secara glogal mencapai 170 GigaWatt.

Di tengah potensi angin melimpah di kawasan pesisir Indonesia, total kapasitas terpasang dalam sistem konversi energi angin saat ini kurang dari 800 kilowatt. Di seluruh Indonesia, lima unit kincir angin pembangkit berkapasitas masing-masing 80 kilowatt (kW) sudah dibangun. Tahun 2007, tujuh unit dengan kapasitas sama menyusul dibangun di empat lokasi, masing-masing di Pulau Selayar tiga unit, Sulawesi Utara dua unit, dan Nusa Penida, Bali, serta Bangka Belitung, masing-masing satu unit. Mengacu pada kebijakan energi nasional, maka pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) ditargetkan mencapai 250 megawatt (MW) pada tahun 2025.
Sumber : Green and Clean Energy for Indonesia